Seringkali seseorang bertanya pada diri sendiri, “apa pekerjaan yang cocok untuk saya?”. Pertanyaan ini seringkali ditanyakan karena dalam proses pencarian pekerjaan, itu berkaitan erat dengan kepribadian ini sendiri. Hal ini tidak bisa dianggap remeh, karena nantinya yang menentukan kenyamanan bekerja pada diri seseorang akan didasari oleh pekerjaan apa yang dia tekuni. Apabila pekerjaan tersebut cocok dan sesuai dengan kepribadiannya, maka peluang untuk bertahan di pekerjaan tersebut akan menjadi baik. 

Jika ditanya, sudah pasti ada banyak alasan yang mendasari mengapa seseorang ingin bekerja. Yang paling utama adalah gaji, diikuti dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan yang sesuai dengan pekerjaan yang dipilih. Selain itu kecocokan dengan kepribadian juga memegang peran yang penting. 

Menjawab “Apa Pekerjaan yang Cocok untuk Saya?” Melalui Tipe Kepribadian 

(Sumber: Businessinsider.com)

Salah satu yang dapat menentukan pilihan pekerjaan yang tepat adalah kepribadian seseorang. Kemampuan dan keahlian memang penting dalam menentukan pekerjaan yang cocok, tapi kalau kepribadiannya ternyata tidak cocok dengan pekerjaan itu, sudah pasti seseorang akan menjalaninya dengan tidak optimal dan justru akan membuat tertekan. 

Saat merencanakan karir, yang paling sering diabaikan seseorang adalah kecocokan kepribadiannya dengan pekerjaan tersebut. Padahal kepribadian memiliki peran yang sama pentingnya dengan keahlian serta latar belakang pendidikan. 

Seperti teori kepribadian yang dicetuskan oleh John Holland tentang karir bahwa terdapat 6 jenis kepribadian dalam dunia kerja yang dapat membantu dalam menentukan pekerjaan yang cocok bagi seseorang. Dengan memahami tipe kepribadian yang cocok inilah, seseorang dapat menjawab pertanyaan “apa pekerjaan yang cocok untuk saya?” dengan tepat dan sesuai preferensi diri sendiri. 

Baca Juga : Kupas Tuntas Jawaban “Apa yang Mendorong Anda Ingin Bekerja?”

6 Kepribadian dalam Menentukan Karir Seseorang

Untuk menjawab pertanyaan “apa pekerjaan yang cocok untuk saya?” bsia dilakukan dengan mengetahui tipe kepribadian dikemukakan oleh pakar John L. Holland. Holland menuliskan rumusan teorinya mengenai kepribadian dalam buku ‘Making Vocational Choices: A Theory of Vocational Personalities and Work Environments’ yang diterbitkan tahun 1985 dan merupakan perumusan teorinya yang kelima sejak karya tulisnya yang pertama pada tahun 1959. 

Holland mengemukakan dalam teorinya bahwa terdapat 6 lingkungan okupasional dan 6 tipe kepribadian. Pada tahun 1966, Holland berpendapat bahwa 6 lingkungan okupasional itu meliputi Realistik, Intelektual, Artistik, Sosial, Pengusaha dan Konvensional. Holland memberikan nama yang sama terhadap 6 tipe kepribadian di tahun 1966. 

Sedangkan pada tahun 1973, Holland merevisi teorinya dengan menyebutkan bahwa 6 tipe kepribadian serta lingkungan okupasional tersebut meliputi Realistik, Investigatif, Artistik, Sosial, Pengusaha, serta Konvensional. 

Pusat dari teori Holland ini adalah konsep bahwa seseorang memilih karir dengan tujuan untuk memuaskan modal orientasi pribadi yang disukai. Berikut 6 tipe kepribadian untuk menentukan jawaban “apa pekerjaan yang cocok untuk saya?”. 

1. Tipe Realistik

Tipe kepribadian yang pertama adalah realistis. Orang yang memiliki tipe kepribadian ini biasanya cenderung memilih lapangan kerja yang berorientasi pada penerapan. Mereka yang memiliki kecenderungan pada tipe realistis adalah do-er. Lebih senang bekerja dengan alat, mesin dan binatang, daripada dengan manusia. Mereka cakap dalam melakukan kegiatan mekanikal dan atletik, namun sebaliknya justru tidak cakap dalam keterampilan dan hubungan sosial. 

Umumnya orang dengan tipe realistis biasanya akan lebih asyik sendiri untuk mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan alat-alat, mesin, tanaman, binatang. Mereka akan merasa kurang nyaman ketika harus bersosialisasi dengan orang lain. Orang dengan tipe realistik suka mengerjakan tugas-tugas yang konkrit, fisik, dan eksplisit yang dapat memberikan tantangan bagi dirinya. 

Sehingga dalam bekerja atau mengerjakan tugas-tugas, orang dengan tipe realistis akan mengutamakan keterampilan fisik, kekuatan otot, kecakapan, koordinasi motorik yang kuat, konkrit, serta bekerja secara praktis. Contoh profesi yang sesuai dengan mereka yang memiliki kepribadian realistik ini diantaranya adalah operator mesin, pengawas bangunan, ahli listrik, dan profesi lain sejenis. 

2. Tipe Investigatif

Tipe investigatif dapat disebut juga sebagai tipe intelektual. Orang-orang yang memiliki tipe kepribadian ini cenderung akan memilih pekerjaan yang bersifat akademik. Ciri-ciri utama dari pemilik tipe ini adalah tidak sosial, bekerja dengan berorientasi pada tugas, serta lebih suka merenungkan daripada mengatasi ketika memecahkan suatu masalah. 

Mereka memecahkan suatu masalah dengan intelegensi, imajinasi, serta kepekaan terhadap berbagai masalah yang sifatnya intelektual, sehingga masalah dapat terpecahkan secara efektif dan efisien. Tugas-tugas yang disenangi oleh tipe ini adalah tugas yang memerlukan kemampuan abstrak dan kreatif, yang mana tidak tergantung pada pengamatan pribadi tapi dengan melalui penyelidikan secara sistematik, observasional, simbolik dan kreatif terhadap suatu fenomena. 

Orang dengan tipe ini tidak menyukai dan kurang cocok dengan aktivitas sosial, persuasif, dan repetitif. Pekerjaan yang cocok dengan mereka yang memiliki tipe ini adalah ahli kimia, programmer, pekerjaan penelitian, dan sebagainya. 

3. Tipe Artistik

pekerjaan yang cocok untuk saya
(Sumber: Mymodernmet.com)

Kebalikan dari tipe realistik, tipe artistik justru tidak menyukai aktivitas fisik. Tipe artistik adalah orang yang menyukai hubungan sosial, hanya saja mereka sukar dalam menyesuaikan diri. Mereka menyukai pekerjaan yang memerlukan kreasi bentuk-bentuk artistik, baik melalui perasaan, imaji, maupun cita rasa. Sehingga dalam menghadapi keadaan di sekitarnya, tipe artistik akan melakukannya dengan melalui ekspresi diri. 

Ciri utama dari tipe ini adalah tidak suka dikekang, imajinatif, emosional, impulsif dan murni. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah sebagai pelukis, penyair, pencipta lagu, ahli drama, dan sejenisnya. 

Baca Juga : Faktor-faktor yang Memotivasi Karyawan Gila Kerja di Kantor

4. Tipe Sosial

Seseorang yang lebih suka berhubungan dengan orang lain, menyukai aktivitas yang berkaitan dengan kemanusiaan, pandai bergaul dan berbicara, umumnya cenderung sebagai tipe sosial. Secara detailnya, tipe sosial memiliki sifat tanggung jawab, toleransi, berorientasi pada pekerjaan, kemampuan verbal, bersifat responsif dan tidak menyukai pekerjaan yang memerlukan intelektual, sistematik, dan melibatkan objek maupun materi. Contoh pekerjaan yang cocok bagi tipe ini adalah sebagai guru, konselor, terapis, pekerja sosial, psikolog klinik dan sejenisnya. 

5. Tipe Pengusaha

Tipe pengusaha atau enterprising memiliki ciri khusus yakni memengaruhi atau mengarahkan orang lain pada tujuannya dengan kemampuan verbal yang dimiliki. Pada umumnya orang dengan tipe ini memiliki kemampuan memimpin. Bersifat percaya diri, populer, ambisius, dominan, optimis, dan agresif. 

Kemampuan verbal yang dimilikinya kerap digunakan dalam situasi yang tepat untuk menguasai atau mempengaruhi orang lain. Mereka menyenangi tugas-tugas sosial yang kabur. Menilai tinggi status, kekuasaan serta keberhasilan politik dan ekonomik. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah politikus, manajer, pedagang, dan sejenisnya. 

Baca Juga : Situs Pencari Kerja Terbaik untuk Korban PHK

6. Tipe Konvensional

pekerjaan yang cocok untuk saya
(Sumber: Careerkey.blogspot.com)

Tipe terakhir dari teori Holland adalah tipe konvensional. Mereka dengan tipe ini beradaptasi dengan bergantung pada atasan. Menyenangi pekerjaan yang sudah jelas informasinya baik diberikan secara verbal maupun matematis, di mana informasi tersebut diberikan secara rutin, konkrit, kontinu dan sistematis. Pekerjaan yang cocok bagi tipe ini adalah sebagai pegawai bank, kasir, pegawai arsip, dan sejenisnya. 

Nah itulah 6 tipe kepribadian yang bisa membantu seseorang untuk menjawab pertanyaan “apa pekerjaan yang cocok untuk saya?”. Dengan memahami hal ini, keputusan perihal profesi yang akan digeluti bisa menjadi semakin matang dan terencana. 

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram CaraDaftar.Id. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.