Di saat melamar pekerjaan, berkas yang harus disiapkan untuk melamar rupanya tidak hanya sebatas curriculum vitae dan resume saja, melainkan ada satu hal lagi yang disebut dengan cover letter. Cover letter adalah surat pengantar lamaran kerja memang masih cukup diremehkan oleh job seeker, padahal cover letter memiliki peran yang sangat penting, dan bisa jadi pertimbangan bagi rekruiter untuk menerima si pelamar. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai pengertian cover letter beserta contoh serta cara membuatnya.

Baca Juga : Unsur Tulisan di Amplop Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

Definisi dan Fungsi Cover Letter

Definisi dan Fungsi Cover Letter
(Sumber: Magazine.job-like.com)

Sesuai namanya, cover letter adalah semacam surat pengantar yang disertakan saat apply kerja ke suatu perusahaan yang membuka lowongan. Sederhananya, cover letter berisi deskripsi ringkas mengenai motivasi bekerja di perusahaan tersebut, serta alasan mengapa memilih posisi yang dilamar.

Dari pengertian cover letter itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa isi dari cover letter tidak sebanyak CV maupun resume. Justru maksimal isi cover letter hanya 1 halaman saja. Dimana fungsi cover letter ini memang sebagai sarana untuk memperkenalkan diri calon pelamar kerja pada rekruiter.

Cover letter sebisa mungkin disertakan saat melakukan aplikasi lowongan kerja. Fungsi lain dari cover letter ini adalah untuk menarik perhatian rekruiter pada resume si pelamar, menunjukkan pada rekruiter bahwa pelamar kerja memang memiliki minat besar untuk bekerja di perusahaan tersebut, dan secara tak langsung akan memberikan nilai tambah pada kesan pertama rekruiter sehingga memotivasi rekruiter untuk mewawancarai pelamar.

Karena isi dari cover letter merupakan deskripsi ringkas, maka harus ada 6 poin berikut di dalam cover letter:

poin cover letter
(Sumber: Cepetdapetkerja.id)
  1. Detail informasi pribadi meliputi nama lengkap, nomor telepon serta alamat.
  2. Nama pihak yang membuka lamaran atau lowongan kerja, bisa nama manajer perekrut atau kepala departemen.
  3. Menyebutkan sumber lowongan kerja di dapatkan, bisa menyebutkan referensi bila memang dirujuk.
  4. Menyebutkan alasan mengapa pelamar cocok dengan posisi yang dilamar, jabarkan dengan ringkas keahlian yang dimiliki dan memang dibutuhkan dari job desc yang dipilih.
  5. Menyebutkan feedback untuk perusahaan dari pelamar, tujuannya guna meyakinkan rekruiter bahwa pelamar kerja dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.
  6. Pernyataan penutup berupa ucapan terima kasih kepada perekrut atas waktu mereka.

Jika bagi pelamar, fungsi cover letter adalah untuk menambah poin kesan pertama pada rekruiter, beda lagi dengan fungsi cover letter bagi perekrut. Dengan menyertakan cover letter, perekrut akan lebih mudah dalam menyaring serta menyeleksi kandidat sehingga benar-benar didapat yang memang kualifikasinya cocok dan sesuai dengan job desk yang dibuka untuk kemudian masuk ke tahap wawancara.

Baca Juga : Rahasia Menulis Surat Lamaran Kerja dan Daftar Riwayat Hidup yang Terbukti Berhasil

Perbedaan Cover Letter dengan CV dan Resume

Jangan salah pengertian, cover letter tidak sama dengan CV maupun resume. Bahkan cover letter tidak digabung dalam satu file dengan CV maupun resume. Dan meskipun cover letter jarang atau bahkan tidak pernah ditulis di syarat lowongan kerja, akan tetapi sifatnya wajib bagi pelamar setiap mengirim lamaran kerja.

Cover letter merupakan deskripsi ringkas mengenai pelamar kerja. Panjangnya tidak sampai 1 halaman, terdiri dari 3 sampai 4 paragraf saja. Apabila mengirim lamaran melalui email, cover letter ditulis di badan email langsung dengan jumlah kata tidak lebih dari 250 kata.

Berbeda dengan CV yang merupakan rincian riwayat hidup, latar belakang pendidikan, riwayat karir, prestasi, deskripsi pekerjaan yang ditulis secara kronologis.

Resume berisi informasi singkat yang menjelaskan keahlian, keterampilan, wawasan serta pengalaman kerja yang paling relevan dengan posisi yang dilamar. Resume menjelaskan tentang keahlian si pelamar dengan lebih rinci daripada cover letter.

Cover letter disarankan untuk tidak mengulangi apa yang sudah tertulis di CV maupun resume, melainkan melengkapi. Diisi dengan informasi baru dan unik si pelamar untuk memberikan wawasan yang lebih pada rekruiter mengenai pelamar tersebut, tentu saja masih berkaitan dengan posisi yang dilamar.

Cara Membuat Cover Letter dan Contohnya

Lantas bagaimana cara membuat dan contoh cover letter yang baik? Berikut ini adalah struktur penulisan cover letter secara umum. 

1. Sapaan Pembuka

Bagian awal dari cover letter adalah sapaan pembuka. Ditujukan kepada siapa surat pengantar tersebut. Untuk itu pelamar harus tau nama perekrut yang membuka lowongan kerja. Kalau tidak tau, sebaiknya cari lewat Google atau LinkedIn untuk memastikan nama manajer perekrut yang dituju.

Atau apabila memang tidak mendapatkan informasi sama sekali mengenai nama manajer perekrutnya, boleh menuliskan salam pembuka secara umum seperti berikut:

Yth. Manager HRD Perusahaan A

Dear Hiring Manager

Yth. Kepala Divisi Departemen B

2. Paragraf Pertama

Pada paragraf pertama diisi dengan alasan pelamar menulis surat tersebut. Dimulai dari menuliskan posisi yang dilamar, serta darimana asalnya mendapatkan informasi mengenai lowongan kerja tersebut.

Contoh :

Berdasarkan informasi lowongan kerja yang saya dapatkan dari internet, di sini saya ingin mengutarakan ketertarikan saya pada posisi editor di perusahaan publishing Anda. Dengan pengalaman menulis serta editing yang saya miliki, saya yakin menjadi kandidat yang kuat untuk posisi ini di perusahaan publishing Anda.

3. Paragraf Kedua

Pada paragraf kedua diisi dengan uraian mengenai alasan pelamar mengajukan lamaran ke posisi yang dipilih. Poin-poin yang dijelaskan seperti, apa yang membuat pelamar tertarik dengan posisi tersebut, mengapa posisi tersebut cocok bagi pelamar, serta menjelaskan alasan memilih bekerja di perusahaan tersebut.

Di paragraf ini juga sebaiknya uraikan feedback yang akan diberikan pelamar pada perusahaan apabila diterima bekerja.

4. Paragraf Ketiga

Pada paragraf ketiga lebih ditekankan pada penjelasan mengenai pengalaman serta keahlian yang dimiliki oleh pelamar yang relevan dengan posisi yang dipilih. Jelaskan bahwa keterampilan yang dimiliki memang sesuai dengan spesifikasi dari posisi tersebut.

Selain itu pada paragraf ketiga juga dijelaskan mengenai kelebihan serta kekuatan diri yang menunjang pekerjaan tersebut, serta yakinkan bahwa kelebihan-kelebihan tersebut akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

5. Paragraf Keempat

Berisi kesimpulan dan salam penutup. Tuliskan kesimpulan dari info penting yang menjelaskan bahwa pelamar memang pantas mengisi posisi tersebut. Secara tegas juga tuliskan minat pelamar terhadap pekerjaan tersebut serta tunjukkan keinginan pelamar untuk terpilih lanjut ke sesi wawancara.

Kemudian tuliskan salam penutup berupa ucapan terima kasih serta harapan untuk mendapatkan respon dari rekruiter.

Baca Juga : Tutorial Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup yang Benar

Tips Menulis Cover Letter dengan Baik

Tips Menulis Cover Letter dengan Baik
(Sumber: Taldebrooklyn.com)

Ketika menulis cover letter, ada beberapa tips yang harus diketahui oleh pelamar supaya menarik bagi rekruiter. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Menggunakan format full-block style, tidak dengan membuat alinea tiap paragraf.
  2. Menghindari terlalu banyak kata “saya”.
  3. Memvariasi gaya tulisan, usahakan menggunakan kata aktif dan kata kerja aksi.
  4. Membaca ulang cover letter sebelum dikirim untuk meminimalisir kesalahan ketik.
  5. Demikian informasi mengenai pengertian cover letter. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram CaraDaftar.Id. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.